Search

Benarkah Menggunakan Face Shield Lebih Efektif Mencegah Penyebaran Virus Dibandingkan Masker?

Dilonggarkannya PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di beberapa daerah membuat Pelonggaran PSBB membuat masyarakat mulai kembali menjalani aktivitas harian mereka dengan mengikuti panduan protokol new normal dan roda ekonomi pun diharapkan dapat bergerak kembali setelah beberapa bulan sebelumnya sempat terhenti.


Tidak hanya masker, kini beberapa masyarakat terlihat mulai menggunakan faceshield ketika berbelanja atau di tempat umum yang cukup ramai. Namun ampuhkah faceshield untuk menggantikan masker?


Faceshield adalah Alat Pelindung Diri (APD) yang sering digunakan oleh tenaga medis yang berbentuk perisai atau pelindung wajah yang dibuat dari plastik bening yang cukup kaku untuk menutup seluruh wajah pengguna. Biasanya tenaga medis menggunakan faceshield dibarengi dengan menggunakan masker.


Berbeda dengan masker yang masih memiliki pori-pori namun menyulitkan untuk bernafas, faceshield yang menutup area wajah tidak membuat sulit untuk bernafas. Berikut beberapa kelebihan penggunaan faceshield :

  • Mudah dibersihkan

  • Dapat digunakan kembali

  • Melindungi wajah lebih luas dari masker

  • Mengurangi risiko terhirupnya virus

  • Mencegah pengguna menyentuh area wajah

  • Lebih nyaman digunakan dari masker karena tidak menyulitkan bernafas

  • Diproduksi lebih mudah


Meskipun ada berbagai kelebihan face shield yang tidak ada pada masker, faktanya bukan berarti Anda melepas masker dan menggantinya hanya dengan menggunakan face shield untuk cegah penularan virus corona.


Sedangkan menurut dr. Amesh Adalja, beberapa orang lebih menyukai faceshield dikarenakan lebih nyaman ketika digunakan tanpa menyulitkan bernafas dan lebih mudah berkomunikasi. Ini terlihat karena beberapa orang ketika berkomunikasi lebih memilih menurunkan masker untuk mengobrol.


Kelemahan penggunaan faceshield

Celah antara faceshield dan wajah cukup besar. Padahal, penularan Covid-19 sebagian besar terjadi melalui droplet yang dikeluarkan oleh orang yang terinfeksi saat ia bernapas, batuk, atau bersin. Selain itu salah satu kelemahannya adalah virus dapat bertahan lebih lama pada benda plastik, sehingga pembersihan harus secara rutin dilakukan.


Maka dari itu, risiko penularan virus corona pun tetap masih ada walaupun Anda hanya menggunakan face shield. Sedangkan, masker menyisakan celah yang sangat sedikit sekali karena menempel langsung dengan hidung dan mulut.


Kesimpulannya, Anda tidak dapat hanya mengandalkan face shield untuk cegah virus corona dan menanggalkan masker. Sebaliknya, Anda tetap perlu menggunakan alat pelindung tambahan berupa face shield setelah masker.


Jadi, pada situasi tertentu, face shield dapat dipakai bersamaan dengan masker sebagai alat perlindungan lebih untuk mencegah penularan virus corona. Dengan ini, Anda dapat melindungi area wajah dari virus yang mungkin dikeluarkan oleh orang lain melalui droplet. Tak hanya itu, face shield juga dapat membantu mencegah agar masker yang Anda gunakan tidak cepat basah.


Siapa yang perlu menggunakan faceshield?

Di Singapura, salah satu negara yang mulai terlihat berhasil meratakan kurva pandemi, penggunaan face shield diutamakan untuk kelompok orang tertentu saat bepergian atau berada di tempat umum. Kelompok masyarakat yang dimaksud adalah:


  1. Anak berusia 12 tahun ke bawah karena kesulitan menggunakan masker dalam jangka waktu yang lama

  2. Orang-orang yang memiliki penyakit pernapasan sehingga menyulitkan mereka untuk mengenakan masker

  3. Orang yang pekerjaannya sering berbicara di suatu kelompok, seperti guru atau dosen, yang dapat melakukan aturan physical distancing


2 views0 comments

Recent Posts

See All